by

Rangnick Tak Jamin Manchester United Bisa Finis di Zona Liga Champions

Pelatih sementara Manchester United, Ralf Rangnick angkat bicara terkait peluang timnya di akhir musim Liga Primer Inggris. Pria asal Jerman itu tak bisa menjamin apakah timnya bisa finis di posisi empat besar alias di zona Liga Champions Eropa.

Hal ini disampaikan usai timnya menelan kekalahan di pekan ke-21 Liga Primer Inggris. Walau bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Old Trafford, Selasa, 4 Januari 2022 dini hari WIB, Setan Merah takluk dari tamunya Wolverhampton Wanderers satu gol tanpa balas.

“Saya tidak bisa memberi jaminan. Lihatlah penampilan hari ini: kalau saya mengatakan bahwa kami 100 persen yakin akan finis empat besar, saya tidak tahu apakah orang-orang akan akan mempercayainya.”

Lebih lanjut Rangnick menegaskan situasi seperti ini sudah ia prediksi sejak awal.

“Bagi saya ini tentang mengambil langkah-langkah berikutnya dan bermain semakin baik. Saya sudah tahu kok ini bisa saja sulit,” lanjut pelatih Jerman berusia 63 tahun itu.

Rangnick mengakui besarnya tantangan yang sedang dihadapinya. Tidak mudah baginya untuk menemukan keseimbangan dalam tim.

“Saya sudah tahu ini akan sulit, itulah alasan mengapa mereka mendatangkan saya. Saya sudah tahu tidak akan mudah menemukan keseimbangan secara ofensif dan defensif. Kami sama sekali tidak menekan. Kami sudah mencoba tapi kami tidak mampu berada dalam situasi untuk menekan,” pungkasnya.

Joao Moutinho menjadi sumber petaka bagi United di laga itu. Pemain asal Portugal itu membobol gawang tuan rumah di menit ke-82. Moutinho melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu digagalkan kiper tuan rumah David De Gea.

Di laga itu Rangnick melakukan sejumlah perubahan. Salah satunya yakni menarik keluar Mason Greenwood. Pemain muda itu digantikan oleh Bruno Fernandes. Fan United memberikan reaksi atas keputusan tersebut dengan menyoraki sang pelatih.

“Pertanyaannya tadi adalah apakah saya harus menarik Mason atau Edi, itu tadi pertanyaannya. Kami memutuskan mempertahankan Edi karena lebih ofensif, lebih menyerang di antara kedua pemain. Saya menarik Mason, itulah keputusan saya,” beber Rangnick.

Terkait pergantian itu Rangnick berdalih pemain 20 tahun itu tampil tak sesuai harapan.

“Kami juga bisa saja melakukannya dengan cara yang berbeda, tapi sorakan itu menunjukkan seberapa sayangnya suporter kepada Mason sebagai pemain homegrown dan, seperti yang sudah saya katakan, usaha dan penampilan dia memang tidak menonjol, tapi setidaknya dia tadi menjadi salah satu dari pemain yang tampil lebih baik pada hari ini,” tegasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *