by

Terlalu Dini Membandingkan Haaland dengan Lewandowski

Demikian pernyataan pelatih Bayern Muenchen, Hans Flick. Menurut Flick pesona Erling Haaland masih terlalu dini untuk dibandingkan dengan bintang Muenchen.

Saat ini sepak terjang Haaland memang sedang menjadi sorotan. Pemain berusia 19 tahun itu sudah menjadi andalan di lini depan Borussia Dortmund. Sementara itu Lewandowski adalah andalan di lini serang Muenchen.

Flick mengatakan selain usia masih muda, jam terbang Haaland pun masih minim. Ini merupakan musim pertamanya di Bundesliga Jerman. Sementara itu Lewandowski adalah pemain senior yang sudah banyak pengalaman dan teruji kemampuannya di kompetisi Bundesliga.

“Ini adalah musim pertamanya, jadi terlalu dini membandingkan mereka. Robert sudah selalu berada di level kelas dunia belakangan ini, tapi Haaland merupakan talenta besar,” beber Flick.

Lebih lanjut ia mengatakan Haaland masih harus diuji dengan banyak pertandingan. Namun ia yakin pemain tersebut memiliki talenta untuk berkembang.

“Dia pemain yang masih muda, tapi punya ikatan besar dengan gawang. Dia cuma ingin menyelesaikan peluang-peluangnya. Dia punya dinamika yang luar biasa besar.”

Terkait potensi Haaland, Flick menegaskan pemain tersebut memiliki fisik yang kuat dan postur tubuhnya besar.  Hal ini perlu diantisipasi pihaknya saat Dortmund bertemu Muenchen dalam Der Klasikker pada Selasa, 26 Mei 2020 malam WIB.

“Dia itu rakus, punya fisik yang besar dan masih lincah. Tapi kami kan tidak cuma harus menanganinya,” bebernya.

Saat ini Bundesliga Jerman menjadi satu-satnya kompetisi di Eropa yang sudah kembali menggulirkan kompetisi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Namun situasi tidak seperti biasanya.

Bundesliga berlangsung tanpa kehadiran penonton. Laga-laga digelar secara tertutup. Ternyata situasi ini mendapatkan banyak komentar. Salah satunya datang dari mantan pelatih tim nasional Spanyol, Luis Enrique.

Menurut pria asal Spanyol itu situasi tersebut sungguh tidak ideal. Bahkan ia mengatakan hal seperti itu terlihat sangat buruk. Ia mengatakan hal ini berangkat dari kenyataan bahwa pertandingan sepak bola selalu penuh warna dan situasi serta atmosfer di luar lapangan yang begitu luar biasa.

“Sepakbola seperti itu jelek sekali,” beber Enrique.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya sempat menonton Bundesliga yang digelar secara tertutup. Menurutnya laga yang berlangsung secara tertutup itu kehilangan banyak momen menarik.

“Saya menonton Liga Jerman dan itu menyedihkan. Kamu bisa mendengar hinaan-hinaan dalam lapangan dan kamu kehilangan keintiman dengan momen-momen luar biasa.”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *