by

Beda Trio MSN dan MNM di Mata Messi

Lionel Messi yang kini berseragam Paris Saint-Germain (PSG) berbicara terkait pengalamannya saat bermain bersama Luis Suarez dan Neymar Junior di Barcelona, hingga saat berpasangan dengan Neymar dan Kylian Mbappe.

Sebelumnya, kolaborasi Messi, Suarez, dan Neymar mendapat julukan trio MSN. Sementara itu kini trisula maut PSG disebut MNM.

Menurut Messi ada perbedaan di antara kedua pengalaman itu. Saat bermain untuk Barcelona usia mereka masih terbilang muda.

“Perbedaannya di umur! Kami masih muda ketika kami mulai main bersama Ney,” beber Messi.

Sementara itu saat ini ia dan Neymar bermain dengan Mbappe yang berusia jauh lebih muda dari mereka. Selain itu di antara Mbappe dan Suarez terdapat gaya bermain yang mencolok.

“Sekarang yang masih muda adalah Kylian. Luis dan Kylian pemain yang sangat berbeda. Luis pemain nomor 9 murni, penyerang yang efisien di kotak penalti, yang terbiasa mencetak banyak gol.”

Menurut Messi, Mbappe memiliki kesukaan memainkan bola lebih lama. Selain itu pemain itu memiliki kekuatan dan kecepatan. Walau memiliki kualitas berbeda, Messi menyebut kedua pemain itu spektakuler.

“Kylian suka menyentuh bola lebih lama. Dia sangat kuat dan pemain cepat yang membunuh Anda kalau Anda memberinya ruang, dan juga mencetak banyak gol. Mereka berdua pemain yang spektakuler, tapi dengan kualitas yang sangat berbeda,” tegas Messi.

Trio MNM sudah berkolaborasi dalam berbagai pertandingan baik di pentas domestik maupun Eropa. Di kancah Liga Champions Eropa, trisula MNM sudah membuat finalis tahun lalu, Manchester City menderita.

Pengalaman bek Manchester City, Ruben Dias menunjukkan hal itu. Pemain belakang asal Portugal itu memiliki kesan tersendiri saat berhadapan dengan para pemain depan PSG itu.

“Itu terbaik yang bisa anda miliki. Andai anda ingin berada di papan atas dan menjadi nomor satu, anda harus bermain melawan yang terbaik,” beber Ruben.

“Itu menantang, tapi ini juga menjadi kesempatan untuk membuktikan diri anda. Menjadi momen spesial untuk bisa memainkan Laga ini,” sambungnya.

Di laga kontra PSG, City harus menderita. Ruben mengatakan hal tersebut disebabkan salah satunya lantaran mereka gagal memanfaatkan setiap peluang dengan baik.

“Kami frustrasi dengan hasil akhirnya. Kami menciptakan banyak peluang, bermain baik, tapi jelas itu hanya masalah anda tak menyelesaikan peluang yang anda dapat.”

PSG kini memuncaki Grup A Liga Champions Eropa. Armada besutan Mauricio Pochettino mengemas total empat poin dari dua pertandingan. Sementara itu City berada di urutan ketiga dengan tabungan total tiga poin dari dua laga. Urutan kedua ditempati Club Brugge yang kalah selisih gol dari PSG.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *