by

Salah Bisa Saja Hengkang ke Barcelona atau Real Madrid

Mohamed Salah sedang menjadi bahan pembicaraan. Hal ini menyusul pengakuannya terkait sejumlah situasi yang terjadi di Liverpool. Dalam kesempatan wawancara dengan salah satu media Spanyol, pemain internasional Mesir itu tak menampik bisa meninggalkan The Reds. Bukan tidak mungkin Barcelona atau Real Madrid akan menjadi pelabuhan barunya.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp pun angkat bicara. Ia mengaku tak ada alasan mendasar seorang pemain Liverpool akhirnya memutuskan untuk hengkang. Klub tersebut disebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia dengan berbagai fasilitas mentereng.

“Satu-satunya alasan meninggalkan Liverpool saat ini adalah cuacanya. Apa ada alasan yang lain? Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia,” beber Klopp.

“Kami menggaji pemain dengan baik, mungkin bukan yang terbesar di dunia tapi gaji bagus kok, kami punya stadion yang sensasional dengan suporter yang luar biasa, kami punya basis suporter di seluruh dunia dan warna kami merah, warna paling menyenangkan.”

Meski situasi Liverpool terbilang ideal, ia tak menutup pintu bagi para pemainnya untuk angkat kaki. Mereka tak bisa menaham bila ada pemain yang memilih untuk meninggalkan Anfield.

“Anda tidak bisa memaksa orang-orang bertahan tapi ya begitulah. Kami tidak pernah seperti itu sih. Ini semua cuma soal timing, waktu yang tepat. Kami membuat banyak perubahan dan membawa banyak pemain dan kalau seorang pemain ingin pergi maka kami tidak bisa, mungkin tidak akan menahan dia; ini hanya saya tidak bisa paham mengapa seseorang ingin pergi.”

Mantan pelatih Borussia Dortmund itu melanjutkan, “Ketika Mo menjawab pertanyaan seandainya klub-klub itu tertarik dan dia tidak menutup peluangnya. Kalau Anda menanyakan pemain manapun di dunia yang tidak bermain untuk Barcelona atau Real Madrid kalau dia bisa membayangkan bermain di sana suatu hari nanti dan dia akan bilang: “Tidak, sepakbola Spanyol bukanlah untukku,’ mengapa dia mesti ngomong begitu?”

Mo pernah mengutarakan kekecewaannya terkait keputusan Klopp yang tidak memberinya kesempatan menjadi kapten saat Liverpool menghadapi Midtjylland di Liga Champions. Meski mengakui kecewa, ia tetap bisa memahami karena keputusan tersebut berada di tangan pelatih.

“Jujur, saya sangat kecewa (gagal jadi kapten saat melawan Midtjylland). Saya memang berharap jadi kapten. Tapi saya harus terima itu, karena ini adalah keputusan manajer,” ungkapnya.

Klopp pun tak tinggal diam. Ia mengatakan status sebagai kapten tim tidak memberikan pengaruh apa-apa bagi seorang pemain. Ia pernah berada dalam situasi sebagai pemain dan mengenakan ban kapten untuk jangka waktu yang lama.

“Saya adalah kapten untuk waktu yang lama dalam karir saya, dan betapa hebatnya pekerjaan itu karena tidak banyak manfaat yang Anda dapatkan, hanya banyak pekerjaan dengan semua hal di sekitarnya,” ungkapnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.