Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris bersiap untuk kembali berkompetisi setelah sempat terjeda selama beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19. Menjelang bergulirnya kompetisi, muncul kecemasan dari pelatih Manchester City, Pep Guardiola.
Mantan pelatih Barcelona itu mengkhawatirkan kondisi timnya. Ia menanggap timnya belum siap untuk melewati kompetisi dengan jadwal pertandingan yang padat. Alasannya jeda kompetisi selama beberapa bulan ini membuat kondisi fisik para pemain terpengaruh.
Guardiola mengatakan timnya mungkin siap untuk laga pertama, namun tidak demikian dengan laga-laga selanjutnya. Di pertandingan pertama City akan menghadapi tim kuat Arsenal di Emirates Stadium pada Kamis, 18 Juni 2020.
“Kami mungkin siap untuk memainkan laga pertama, namun untuk pertandingan tiga hari kemudian dan laga empat hari setelahnya, kami belum siap,” beber Guardiola.
Lebih lanjut ia mengatakan untuk menjaga keseimbangan tim ia akan merotasi semua pemain. Hampir enam minggu tanpa aktivitas sepak bola sangat mempengaruhi performa para pemain.
“Kami harus merotasi semua pemain. Kamu harus bermain setelah tiga Minggu berlibur dengan dua Minggu di antaranya berada di sofa tanpa melakukan banyak hal,” sambungnya.
Untuk itu ia mengatakan para pemainnya tak sepenuhnya fit. Ia mengakui dan merasakan hal tersebut. Tidak hanya itu Guardiola menilai hal serupa terjadi juga di tim-tim lain.
“Itulah mengapa sepertinya pemain tak sepenuhnya fit.Ini yang kami rasakan saat ini. Saya pikir tim lain juga mengalaminya,” pungkas mantan juru taktik Bayern Muenchen tersebut.
Soal rotasi pemain dan perubahan posisi di Manchester City sudah menjadi biasa bagi Fernandiho. Pemain asal Brasil ini merasakan hal tersebut saat bersama Pep Guardiola di Manchester City. Menurut pemain berkepala plontos ini berpindah posisi bukan perkara mudah.
Sebelumnya pemain yang berposisi asli sebagai gelandang ini digeser menjadi bek tengah. Menurut Fernandinho situasi tersebut sungguh menantang. Apalagi posisi tersebut sangat krusial dalam sebuah tim sepak bola. Ia berada di garda terakhir sebelum lawan menghadapi penjaga gawang.
“Saya rasa tantangan terbesar pindah ke posisi bek tengah buat saya adalah, sebagai gelandang, Anda terbiasa banyak berlari di depan. Anda bertarung di tengah, bisa kehilangan atau memenangi bola,” beber Fernandinho.
Lebih lanjut ia mengatakan meski banyak tantangan dan tekanan bermain lebih ke belakang, baginya ada hal menarik yang ditemui. Salah satunya memungkinkannya untuk mendapatkan ruang lebih lebar. Namun demikian ia tetap harus mewaspadai lawan yang bisa dengan jeli memanfaatkan kesalahan atau kekalaian mereka.
Comment