Ada banyak gebrakan yang terjadi di Piala Dunia 2022. Salah satunya adalah kehadiran wasit dan hakim garis wanita.
Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA baru saja menunjuk tiga wasit dan tiga whakim garis wanita yang akan memimpin pertandingan akbar di Qatar nanti. Seperti kita tahu, pesta olahraga empat tahunan itu akan digelar sejak 21 November hingga 18 Desember nanti.
Ketiga wasit perempuan itu adalah Stephanie Frappart (Prancis), Salima Mukansanga (Rwanda), dan Yoshimi Yamashita (Jepang). Ketiganya mengisi daftar 36 wasit yang akan memimpin 64 pertandingan Piala Dunia nanti.
Sementara itu ada tiga hakim garis perempuan yang bergabung dalam 69 hakim garis terpilih. Ketiganya adalah Neuza Back (Brasil), Karen Diaz Medina (Meksiko), dan Kathryn Nesbitt (Amerika Serikat).
Dalam pernyataannya, Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina mengatakan mereka tetap mengedepankan kualitas bukan gender.
“Seperti biasa, kriteria yang kami gunakan adalah mengutamakan kualitas, dan para ofisial pertandingan yang terpilih sudah menggambarkan level tertinggi dari perwasitan dunia,” tandas mantan wasit itu.
“Dengan cara ini, kami dengan jelas menekankan bahwa kualitas yang kami nilai, bukan gender,” sambung pria berkepala plontos.
Pria asal Italia itu berharap di masa depan pemilihan petugas pertandingan wanita tidak dikaitkan dengan sentimen tertentu tetapi ditanggapi secara normal.
“Semoga di masa depan, pemilihan ofisial wanita untuk turnamen pria akan dianggap sebagai hal normal, bukan lagi hal yang sensasional,” tegasnya.
Di sisi lain, tuan rumah sudah menegaskan sejumlah kebijakan yang akan diterapkan bagi para tamu yang akan datang ke Qatar. Hal-hal tersebut lebih terkait alkohol dan seks.
Qatar tegas melarang pasangan yang bukan suami-istri untuk nginap di kamar yang sama. Dengan kata lain, tidak ada toleransi untuk kumpul kebo.
“Kecuali Anda datang ke sini sebagai suami-istri, itu tidak masalah. Tapi kalau mau seks bebas, jangan di sini karena Anda bisa mendekam di penjara,” beber salah seorang polisi di Qatar.
Tidak seperti yang lazim ditemukan di Eropa dan Amerika, para penggemar tidak bisa menikmati alkohol di tempat umum. Begitu juga tidak diperkenankan mengumbar kemesraan di ruang terbuka.
Nasser al-Khater, Kepala Eksekutif Piala Dunia 2022 Qatar mengatakan pihaknya sangat terbuka terhadap setiap orang yang mau bertandang ke Qatar. Hanya ia meminta mereka untuk tetap menghormati setiap aturan yang dibuat pemerintah setempat.
“Semua orang diterima di Qatar dan mereka akan merasa aman. Qatar adalah negara yang toleran dan ramah. Mungkin Qatar ada sedikit berbeda dari negara lain, maka kami berharap para fans untuk menghormati aturan yang ada,” tegasnya.
Comment